Donggala — Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, . Kamus, Zuhdiah, dan Muhammad Saddang melaksanakan kegiatan pendampingan bagi sekolah Tidak Terakreditasi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dosen Institut Agama Islam STIBA Makassar, Saadal Jannah sebagai upaya mendorong peningkatan mutu pendidikan di Wilayah 3T. Pendampingan dilaksanakan secara bertahap dari Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan melibatkan sekolah sasaran yaitu SDS Advent Lumbulama, SDN 8 Banawa Selatan, dan SDN 35 Banawa Selatan.
Pendampingan difokuskan pada penguatan administrasi sekolah melalui digitalisasi dokumen serta pemberdayaan komunitas sekolah dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Pendekatan ini menekankan pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki sekolah dan masyarakat, seperti jejaring guru, semangat kolaborasi, serta keterampilan dasar teknologi.
Kegiatan meliputi pelatihan pengelolaan administrasi digital, pemetaan aset sekolah, penyusunan rencana aksi, serta pembuatan sistem arsip digital sebagai bagian dari kesiapan akreditasi. Program ini diharapkan mampu mengatasi persoalan administrasi yang selama ini menjadi kendala utama sekolah Tidak Terakreditasi.
“Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen akreditasi, tetapi juga pada penguatan kapasitas sekolah melalui digitalisasi administrasi dan pemanfaatan potensi yang sudah dimiliki sekolah,” ujar Kamus selaku ketua tim pendampingan.
Melalui pendampingan ini, STAIN Majene berharap sekolah-sekolah sasaran dapat memperkuat sistem penjaminan mutu internal serta meningkatkan kesiapan dalam memenuhi instrumen akreditasi terbaru tahun 2024. Selain itu, keterlibatan aktif komunitas sekolah diharapkan dapat menumbuhkan budaya mutu pendidikan yang berkelanjutan, khususnya di daerah 3T.
Alparis Padingian selaku Kepala SDS Advent Lumbulama menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kegiatan ini. Ia menilai pendampingan yang diberikan sangat membantu sekolah dalam memahami pengelolaan administrasi dan berbagai Langkah persiapan akreditasi berikutnya. “Kami sangat berterima kasih atas pendampingan ini. Kegiatan ini membuka wawasan kami, khususnya dalam pengelolaan administrasi digital dan pemetaan aset sekolah. Kami tentu berusaha agar bisa mendapatkan nilai yang lebih baik pada penilaian akreditasi berikutnya,” ujarnya.
Ketua STAIN Majene, Prof. Wasilah Sahabuddin menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut. Ia menegaskan bahwa pendampingan bagi sekolah tidak terakreditasi merupakan wujud nyata komitmen STAIN Majene dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendorong pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di daerah 3T. Menurutnya, kolaborasi lintas perguruan tinggi ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi penguatan tata kelola dan kesiapan akreditasi sekolah sasaran.